Category Archives: science in life

All scientific fact in daily life

Es Jus dan Pengembunan

Ketika saya makan es-jus, Waktu saya kecil, saya sering memperhatikan bahwa ada “titik-titik” air di sisi luar gelas (atau cangkir). Waktu itu saya terheran-heran, mengapa jus dimasukkan ke dalam gelas oleh penjual jus, namun sisi luar dari gelas ikut-ikutan basah?

Waktu itu saya berpikir, apakah mungkin air yang ada di dalam gelas menembus dinding gelas sehingga muncul di sisi luar? Namun saya makin bingung, kalau memang airnya menembus dinding gelas, mengapa jus nya tidak habis, tetapi tetap di dalam gelas?

Lalu guru saya menjelaskan bahwa itu adalah fenomena pengembunan. Namun saya tetap bingung, bukankah pengertian pengembunan adalah bahwa air yang dalam keadaan gas berubah menjadi cair. Nah, jus yang saya minum khan dalam keadaan cair. 😦
Pertanyaan tersebut tetap bersarang di kepala saya. Saya tidak dapat menjelaskan apa “sebenarnya” yang terjadi pada dinding gelas jus saya. Sampai akhirnya waktu saya kuliah saya mulai paham penjelasan mengenai fenomena pengembunan.

Ternyata, udara di sekeliling kita ini mengandung uap air. Itulah sebabnya kita masih merasakan kelembabannya, terutama ketika setelah hujan. Untuk membuktikan bahwa udara di sekeliling kita berisi uap air, coba saja hembuskan nafas Anda ke cermin (atau permukaan licin dan mengkilap lainnya). Anda akan mendapati bahwa permukaan tersebut akan basah. Ini menunjukkan bahwa dari nafas kita pun dihasilkan uap air. Dari mana ya.. uap air ini?

Sederhana, proses pembakaran makanan (glukosa) yang ada di dalam tubuh kita mengikuti persamaan (disederhanakan) kimia berikut ini:
C6H12O6 + 6O2 -> 6CO2 + 6H2O

Tampak ada diproduksi air (H2O) dalam fase gas. Nah, selain dari proses bernafas kita, uap air di sekeliling kita juga muncul karena sebab-sebab lain.

Ketika es dimasukkan ke dalam gelas, es yang ber-temperatur rendah ini turut mendinginkan uap air yang ada di sekeliling dinding gelas bagian luar. Akibatnya, uap air yang tadinya ada di udara (dalam bentuk gas) berubah wujud menjadi cair, yang menempel di dinding gelas bagian luar. Itulah fenomena pengembunan yang terjadi saat minum jus. 🙂

Advertisements

Es yang Mengapung

Suatu kali saya memesan es lemon-tea di sebuah warung makan. Setelah selesai memesan, tak lama kemudian, sang pelayan mengantarkan pesanan minuman. Sewaktu saya menerima pesanan minuman tadi, saya memperhatikan ternyata es yang dimasukkan ke dalam lemon-tea mengapung. Terbersit dalam pikiran mengapa es dalam minuman tersebut mengapung? Tak pelak lagi, saya tanya dengan teman makan saya.

Mengapa es mengapung ketika dimasukkan ke dalam air? Bukankah es adalah sebenarnya air dalam wujud padat? Inilah yang dikenal dengan anomali air. Air ketika dipanaskan akan memuai dan ketika didinginkan akan menyusut. Namun, ketika air didinginkan terus sampai lebih rendah dari 4 derajat Celcius (pada tekanan 1 atm), yang terjadi bukannya menyusut, justru memuai. Dengan demikian, dengan massa yang sama, namun volume yang membesar (akibat memuai), maka massa jenis air menjadi lebih kecil. Tentu masih ingat khan, kalau rumus menghitung massa jenis = mass / volume atau m/V.

Es adalah air yang didinginkan sampai suhu yang sangat rendah (misalnya 0 derajat Celcius atau kurang, pada 1 atm). Karena air ketika didinginkan lebih rendah dari 4 derajat Celcius memiliki massa jenis yang lebih rendah, makanya es juga memiliki massa jenis yang lebih rendah dari air biasa. Itulah sebabnya mengapa es dalam minuman yang saya pesan tadi mengapung.